Pages

Tuesday, June 2, 2015

Soal Lembar Tilang

Sumber: tribunnews.com
Mengenai slip tilang berwarna biru, agar diketahui dalam Surat Keputusan Kapolri No Pol: SKEP/443/IV/1998, tanggal 17 April 1998 penggunaan blanko biru bisa dilakukan.

Jenis blanko Lembar Tilang yang berlaku:

1.    Warna merah : Untuk Pelanggar apabila pelanggar ingin mengikut sidang di Pengadilan Negeri.
2.    Warna biru : Untuk Pelanggar apabila pelanggar ingin membayar denda tilang melalui Bank yang telah ditunjuk.
3.    Warna kuning : Arsip Kepolisian
4.    Warna putih : Arsip Kejaksaan
5.    Warna hijau : Arsip Pengadilan

Jika Pelanggar meminta blanko tilang berwarna biru maka pelanggar tidak perlu lagi mengikuti sidang di Pengadilan, bisa membayar langsung di Bank BRI. Namun slip tilang berwarna Biru ini dikenai denda sesuai dengan Undang-Undang No. 22 Tahun 2009 tentang Lalu lintas & Angkutan Jalan.

Contoh :
Tidak memiliki SIM. Mengemudikan kendaraan bermotor di jalan, tidak memiliki Surat Izin Mengemudi Pasal 281 jo Pasal 77 ayat (1) Denda : Rp 1.000.000

Keterangan: Dengan blanko tilang warna biru melanggar pasal ini, Pelanggar diwajibkan untuk membayar denda yaitu Rp 1.000.000 dan disetorkan ke Bank BRI yang telah ditentukan.

Hal ini berbeda jika pelanggar ditilang menggunakan Blanko warna merah, karena denda untuk blanko tilang warna merah ditentukan berdasarkan Keputusan Hakim di Pengadilan Negeri yang ditunjuk.

Dengan penjelasan ini memungkinkan pelanggar lalu lintas yang ditilang Petugas Polri dapat meminta kepada Petugas dilapangan untuk ditilang dengan menggunakan blanko warna biru atau bisa juga blanko warna merah.

Silakan dilaporkan ke Propam Polda Metro Jaya Telp 021-5234469 apabila ada Petugas dilapangan tidak memberikan surat tilang dalam penindakan pelanggaran lalu lintas. Sekaligus nama Petugas, pangkat, lokasi dan kronologis kejadian. (TMCPolda Metro Jaya)

Sunday, February 1, 2015

SYARAT-SYARAT PENDAFTARAN KURSUS STIR MOBIL JOGJA



 SYARAT-SYARAT PENDAFTARAN KURSUS STIR MOBIL JOGJA

 1. Mengisi Formulir Pendaftaran
 2. Membayar Biaya Pendidikan
 3. Menentukan Jadwal Belajar





Thursday, January 1, 2015

Pusat kursus stir mobil Jogja



KELEBIHAN KURSUS STIR MOBIL COSMOS JOGJA
• Belajar sistem private (1 mobil 1 siswa)
• Biaya murah dan bisa dicicil 1x pertemuan belajar 1 jam (60 menit) atau lebih
• Belajar bisa hari minggu / libur
• Mobil belajar xenia avanza terios
• Jadwal belajar bisa diatur via telepon
• Belajar bisa antar jemput dari rumah anda

Tuesday, December 23, 2014

Nyetir Aman Saat Hujan

Sumber Gambar: www.chicago.aaa.com

Saat ini sudah mulai musim penghujan. Meski cuaca tidak menentu, namun memasuki bulan dengan akhiran "ber" (Oktober, November, dan Desember) brother and sister mesti bersiap menghadapi angin kencang, petir, hujan lebat disertai es, pohon tumbang dan jangan lupa genangan air, alias banjir..hehehe. Jangan lupa, pada Januari dan Februari (akhiran "ri") biasanya ditandai dengan hujan sehari-hari. Namun Bro & Sis tak perlu kuatir. Berikut tips aman mengendarai mobil di musim penghujan dari TULUS JAYA:

1.    Pastikan Bro & Sis mempersiapkan diri dulu sebelum berkendara. Pertama, pastikan wiper berfungsi dengan baik, termasuk kondisi karetnya. Kalau sudah lama (kering) biasanya tidak mampu menghapus air dengan sempurna. Tak hanya itu, cek juga air wiper yang ada dalam penampungan. Jangan lupa campur dengan shampo khusus ya, bila terpaksa tidak punya, kami memiliki trik untuk mensiasatinya, yakni dengan menggunakan "shampo rambut" yang dihancurkan sedemikian rupa hingga tidak terlihat lagi gumpalannya. Trik ini jangan terlalu sering dipraktekan ya Bro & Sis karena kelemahannya bisa menyumbat jalur keluarnya air wiper. Jadi untuk kondisi darurat saja pemakaiannya. Setelah wiper beres, pastikan kondisi alas kaki kita kering. Sehingga tidak licin ketika harus menginjak pedal kopling, rem maupun gas. Periksa juga tekanan ban mobil kita, termasuk bunga bannya (jangan sampai gundul). Setelah itu pastikan semua lampu berfungsi dengan sempurna. Hal krusial lainnya adalah pastikan rem kita benar-benar berfungsi dengan baik.

2.    Bila persiapan sudah mantab, jalankan mobil dengan kecepatan secukupnya. Jangan ngebut ya Bro & Sis. Jalan kering saja dilarang dan banyak kecelakaan karena ngebut, apalagi jalan yang licin karena hujan. Jangan sampai melanggar rambu lalu-lintas dan marka jalan ya.

3.    Pastikan kita menjaga jarak aman dengan mobil yang ada di depan kita. Setidaknya minimal 10 meter, agar kita memiliki ruang yang cukup untuk melakukan pengereman dan menghindar bila mobil di depan kita melakukan pengeremen mendadak ataupun ada kecelakaan. Mesti diingat, mengendarai mobil ketika hujan dengan jarak pandang terbatas dan jalanan yang licin memerlukan kehati-hatian yang ekstra.

4.    Pastikan anda menghindari genangan. Maksudnya kemudikan mobil anda dijalur tengah, karena biasanya genangan ada pada kontur jalan yang lebih rendah dan biasanya berada di sisi kanan atau kiri jalan (mungkin ini juga tidak berlaku kalau semua jalan tergenang seperti di Jakarta, hehe). Tapi Bro & Sis juga jangan seenaknya berpindah-pindah jalur karena sangat berbahaya.

5.    Bila anda terjebak di jalan yang tergenang, kurangi kecepatan mobil dan lakukan pengereman seperlunya (jangan langsung menekan rem) karena mobil bisa tergelincir. Pastikan anda memegang kemudi dengan baik agar arah mobil tetap dapat dikendalikan.

6.    Nyalakan lampu utama dan lampu hazard bila hujan mulai deras. Ini berguna agar anda mampu melihat jalan lebih jelas dan sebagai penanda kendaraan anda bagi pengendara lain (agar sama-sama bisa jaga jarak).

7.    Bila kondisi hujan semakin memburuk, tak perlu anda paksakan untuk terus melaju. Menepilah di tempat yang aman. Hindari menepi di bawah pohon. Anda bisa mencari POM Bensin, restoran ataupun warung kopi sambil menunggu hujan reda.

8.    Ketika hujan, rem anda akan basah, agar rem dapat berfungsi dengan sempurna, Bro & Sis bisa menerapkan trik untuk menginjak rem secara perlahan sambil menginjak gas. Maksudnya agar terjadi gesekan dan rem anda menjadi kering. Ingat lakukan seperlunya saja.

9.    Demikian tips nyetir asik dikala hujan dari kami, semoga membantu, terimakasih.

Sunday, November 9, 2014

Merawat AKI (ACCU)


Gambar diambil dari: www.carstrok.com


  1. Matikan komponen kelistrikan ketika mesin mati. Selesai berkendara matikan dulu komponen kelistrikan (tape, AC, lampu) sebelum mematikan mesin, agar muatan listrik pada aki tidak berkurang, dan pada saat dihidupkan kembali beban aki mampu memenuhi kebutuhan sistem starter.
  2. Panaskan mesin kendaraan. Kendaraan yang jarang digunakan dapat memperpendek umur aki. Untuk kendaraan yang jarang digunakan sebaiknya secara rutin memanaskan mesin secukupnya atau dapat pula melepas terminal negatif aki.
  3. Periksa level air akiPermukaan air aki harus dipertahankan antara batas atas dan batas bawah, oleh karena itu peru diperiksa secara rutin minimal satu bulan sekali. Jika air yang terdapat di dalam aki berada di batas bawah, sementara aki tersebut terus digunakan bisa menyebabkan kerusakan pada aki. Pengisian yang melewati batas atas (berlebihan) airnya bisa meluap dan merusak bagian kendaraan. Untuk menambah air aki yang berkurang gunakan air yang biasa jangan gunakan air zuur, karena zuur hanya digunakan untuk aki baru yang belum dipakai. (Catatan: air aki biasa = air murni/air suling; accu zuur = campuran air murni dan asam sulfat H2SO4)
  4. Periksa terminal akiKondisi kendor dan karat pada terminal aki dapat mengakibatkan aliran arus listrik tidak sempurna, hingga dapat menimbulkan ledakan pada aki akibat percikan api pd bagian yang tersambung. Jika sambungan terminal kendor tinggal di kuatkan saja, namun jika terminal aki kotor atau berkarat maka harus dibersihkan menggunakan sikat kawat.
  5. periksa pengikat aki. Pastikan aki diikat kuat atau tidak bergeser pada posisinya bila mobil berjalan. Aki yang sering terguncang umurnya jadi lebih pendek. Namun jika diikat terlalu kencang juga akan mengakibatkan kerusakan fisik (pecah/belah) pada badan aki itu sendiri.
  6. Periksa apakah ada kebocoran akiBerhati-hatilah pada area yang diketemukan kebocoran dari bagian badan aki, segera keringkan dan bersihkan area tersebut dan kuatkan penutup sumbat pada aki. Apabila terjadi kebocoran pada badan aki, segera ganti aki dengan yang baru.
  7. Periksa berat jenis aki. Jika Aki telah diisi ulang, cek berat jenis aki dengan menggunakan hydrometer ( biasa terdapat di bengkel). Jika beratnya dibawah ukuran dari aki tersebut. Maka gantiah dengan aki baru.
  8. Pemasangan dan pelepasan aki. Untuk memasangkan Aki, pastikan tidak ada benda-benda asing di sekitar dudukan aki. Hubungkan kabel positif pada terminal positif aki, kencangkan bautnya kemudian hubungan kabel negatif pada terminal negatif. Untuk melepaskan aki pertama-tama matikan instrumen yang bermuatan listrik dan tentunya dipastikan kendaraan dalam kondisi mesin mati. Pada saat melepaskan kabel. lepaskan kabel negatif dulu baru positif.
Hal-hal yang perlu diperhatikan demi keselamatan:
  • Tidak boleh menyalakan api dekat aki, seperti menyalakan korek, merokok dan lain sebagainya, karena aki mengandung hydrogen yang mudah meledak.
  • Jauhkan dari jangkauan anak, karena komponen aki terbuat dari bahan kimia yang berbahaya.
  • Gunakan kacamata pelindung pada saat memasang atau memperbaiki aki karena air aki sangat berbahaya.
  • Hati-hati dengan accu zuur, karena dapat merusak kulit dan membutakan mata.
  • Jika accu zuur mengenai mata Anda, basuhlah segera dengan air bersih dan segera pergi ke dokter. Jika accu zuur mengenai kulit Anda, basuhlah bagian yang terkena accu zuur dengan saksama. Jika Anda merasa sakit dan terbakar, segera minta pertolongan dokter.
Sumber tulisan: KLIK

Thursday, November 6, 2014

Tips Memilih Sekolah Mengemudi

Dewasa ini, kehadiran Kursus Stir Mobil  bak jamur di musim penghujan. Hampir disetiap perempatan, pertigaan, dan bahkan depan komplek kita ada kursus mengemudi. Berbagai pilihan paket dengan beragam harga pun ditawarkan. Tak hanya itu, kita juga akan dimanjakan dengan berbagai pilihan mobil. Semua tergantung preferensi kita dan tentunya disesuaikan pula dengan isi kantong.



Mengingat banyaknya Kursus Mengemudi dan harganya pun tidak berbeda jauh antar satu dengan lainnya, maka dibutuhkan kecermatan kita dalam memilih. Bila sudah demikian, maka kita akan dihadapkan pada sebuah istilah yang sudah mendunia "JANGAN ASAL MURAH" dan yang perlu dicatat, bukan hanya sekedar bisa mengemudi tapi juga harus mengemudi dengan baik dan benar, Sikap atau attitude kita di jalan itu penting agar kita selamat. Jadi sebaiknya anda lihat track recordnya.

Oleh karenanya, bila rekan-rekan ada yang belum bisa mengemudi atau ada yang ingin belajar mengemudi tapi bingung mau dimana. Maka buat yang tinggal di wilayah YOGYAKARTA, COSMO JOGJA jawabannya.

COSMO JOGJA terus tumbuh dan berkembang karena kepercayaan dari para siswa-siswinya. Bahkan, karena pengalamannya dalam memberikan pengajaran yang terbaik untuk para peserta didiknya,.....

Sunday, October 26, 2014

Belajar Tanjakan Macet


Saat kursus mengemudi, salah satu pelajaran yang membuat cenat-cenut siswa adalah belajar mengemudikan mobil di jalanan yang menanjak dan dalam posisi macet (tanjakan macet). Ketakutan kalau mobil bergerak mundur dan bunyi klakson dari kendaraan yang ada di belakang dipastikan membuat keringat mengucur tak karuan. Tapi bila anda belajar di tempat kursus stir mobil, maka tak perlu kuatir. Berikut ini merupakan teknik yang bisa dipakai sebelum anda praktik bersama instruktur:


1.    Pastikan selalu anda menggunakan transmisi atau gigi 1 saat anda menghadapi tanjakan macet.

2.    Cara pertama bisa menggunakan bantuan rem tangan. Ketika mobil anda berhenti di tanjakan, tarik rem tangan dan biarkan persneling anda pada posisi neutral. Ketika hendak berjalan lagi, injak kopling penuh dan pindahkan tuas persneling ke gigi 1. Angkat kopling pelan-pelan hingga terdengar terdengar dan terasa getaran pada mesin. Kemudian injakan kaki kanan pada gas dan turunkan rem tangan anda. Jaga keseimbangan kopling dan gas, sebagaimana anda menjalankan mobil pada jalanan datar. Bisa juga anda langsung mengangkat kopling, kemudian diiringi dengan gas dan secara bersamaan menurunkan rem tangan.

3.    Cara kedua mirip dengan cara pertama. Ketika mobil berhenti pada tanjakan macet tentu anda akan melakukan pengereman. Cara kedua adalah menaklukan tanjakan macet dengan posisi kaki menginjak rem. Hal ini biasanya dilakukan ketika mobil hanya berhenti sebentar, sehingga tidak diperlukan rem tangan. Sebelum anda melaju lagi, angkat kopling hingga terdengar dan terasa getaran pada mesin mobil. Setelah itu pindahkan kaki kanan yang menginjak rem pada gas dan diiringi dengan mengangkat kopling pelan-pelan (menyeimbangkan dengan gas).

4.    Cara ketiga adalah dengan menyeimbangkan gas dan kopling. Sehingga anda bisa berhenti ditanjakan macet tanpa harus menggunakan rem. Namun cara ini tak usah dilakukan, sebab hanya akan membuat kampas kopling anda cepat habis dan jebol.

Demikian  teori yang bisa anda praktikan. Selamat mencoba...