Pages

Showing posts with label kursus mengemudi mobil SLEMAN YOGYAKARTA. Show all posts
Showing posts with label kursus mengemudi mobil SLEMAN YOGYAKARTA. Show all posts

Saturday, October 3, 2015

Tips Jarak Berhenti Untuk Latihan Mengemudi


www.kursusmengemudicimahi.blogspot.co.id


Mau share sedikit nih, perihal melakukan pengereman dan bagaimana mengukur seberapa jauh posisi kendaraan anda dengan kendaraan yg berada di depan anda :
1. hal pertama yang harus anda perhatikan untuk melakukan pengereman jarak berhenti pertama ialah perhatikan roda belakang mobil yang ada di depan kita. Jika ban mobil yang berada d depan kita sudah tidak terlihat dari posisi duduk kita alias terhalang dengan dashboard mobil, maka itu jarak berhenti pertama. Jarak real sebenarnya kurang lebih masih satu meteran.
2. jarak berhenti terakhir atau kedua ialah jika posisi bumper/plat mobil kendaraan yang ada di depan kita sudah tidak terlihat dari posisi duduk kita karena terhalang dashboard mobil. Memang jarak real kurang lebih masih setengah meter kurang.
3. mohon dibedakan untuk yang berada di belakang kendaraan umum, truk, atau pick up. Lebih baik menggunakan patokan berhenti tahap pertama.

kondisi di atas memang tidak terlalu rapat dengan kendaraan yang di depan kita. Karena sekali lagi ini untuk jarak aman. Jika anda sudah sangat lihai maka itu keputusan anda sendiri.

Jadilah pelopor dalam keselamatan berkendara.
terima kasih,
salam hangat dari kami.

Sunday, September 13, 2015

Cara Mudah Belajar Mengemudi Mobil Manual

Kendaraan roda empat saat ini sudah banyak sekali beredar dengan berbagai merk mulai dari mobil listrik, matahari, tenaga bensin yang identik dengan mobil yang irit BBM, dsbnya. Semakin banyaknya mobil beredar, asumsi masyarakat untuk bisa mengendarai kendaraan mobil dengan baik dan benar semakin besar. Berikut merupakan cara mudah bagaimana belajar mengemudi mobil manual dengan baik dan benar.
Hal pertama yaitu memahami terlebih dahulu sistem transmisinya. Transmisi mobil manual cukup rumit jika dibayangkan, namun akan lebih mudah jika dipraktekkan secara langsung. Berikut merupakan salah satu gambar transmisi mobil manual :





1.  Cara Pindah Transmisi atau Gigi

Diambil contoh saja seperti transmisi diatas yang berjumlah 5 tahap kecepatan atau 5 transmisi maju dan 1 transmisi mundur. Cara memindahkan porseneling atau gigi mobil memiliki dua arah yaitu vertikal dan horizontal. Arah Horizontal adalah untuk memilih posisi gigi mana yang akan di gunakan sebelum berikutnya mengarahkan ke arah vertikal baik ke depan maupun ke belakang. 
Biasanya jika mobil masih baru posisi standby tuas gigi ini akan tepat berada di tengah antara angka 3 dan angka 4, sehingga untuk memasukkan gigi 3 dan 4 dari posisi netral hanya cukup menginjak kompling dan sedikit mendorong ke depat jika ingin masuk ke gigi 3 dan menarik kebelakang jika ingin masuk gigi 4. Kemudian perlahan menaikkan kopling agar mobil tidak berkejut.
Untuk memindahkan ke gigi 1 atau 2 maka hanya butuh mendorong sedikit tuas secara horizontal ke arah kiri kemudian langsung mendorongnya ke arah vertikal bawah atau atas sesuai gigi atau kecepatan yang anda inginkan. Bagitu juga jika ingin memindahkan ke kecepatan yang ke 5 atau mundur. Dorong secara horizontal ke kanan lalu gerakkan langsung vertikal ke atas atau ke bawah.

2.  Cara Menginjak Pedal Kopling, Rem dan Gas

Setelah paham dan mengerti bagaimana cara memindahkan transmisi atau gigi maka langkah berikutnya adalah memahami pedal yang ada dalam sebuah mobil manual. Ada tiga buah pedal yang tersedia di dalam mobil manual. Pedal sebelah kiri adalah kopling, sebelah kanan adalah gas dan diantara gas dan kopling adalah rem. 

Bagian ini sebenarnya lebih mudah daripada cara memindahkan porseneling atau gigi, namun memiliki resiko yang cukup besar karena biasanya pemula cenderung gugup sehingga terlalu kuat menginjak pedal-pedal tersebut dan terlalu panik sehingga bingung membedakan rem, gas dan kopilng. Namun hal ini tidak perlu ditakuti, kendalikan rasa takut anda dengan banyak berlatih menginjak pedal pada saat posisi mobil tidak menyala, bayangkan jika mobil tersebut berjalan lalu ilustrasikan gerakan anda saat gas, rem dan kopling untuk pindah gigi. Cara ini cukup efektif sebagai langkah awal anda sebelum mulai mengemudi, ibarat sebelum berolahraga anda harus meregangkan otot agar tidak kram. Hal ini dilakukan supaya anda tidak mudah panik dan terkejut saat mengemudi di jalanan.
Kembali ke pedal-pedal ini, untuk mengkombinasikan pedal ini supaya dapat dioperasikan dengan baik memang dibutuhkan gerakan yang saling bersinergis. Contohnya saat anda ingin mengganti gigi, secara spontan anda harus mengurangi kecepatan dengan menurunkan gas atau melepaskan gas, menginjak dalam-dalam kopling untuk kemudian memasukkan gigi lalu melepaskannya kembali.
Jika dirasa mobil terlalu cepat maka sebaiknya anda melakukan pengereman, secara otomatis kaki anda harus bergeser meninggalkan gas dan menginjak rem, biarkan kaki kiri dan biarkan koplingnya, untuk pemula sebaiknya lupakan hal-hal yang ribet. Cukup injak rem saja jika ingin membuat mobil lebih lambat atau pelan-pelan. Begitulah cara mengendalikan mobil. Yang jelas, mempraktekannya akan lebih mudah ketimbang teorinya.

3. Cara Memegang Kemudi yang benar

Memegang kemudi yang benar dengan menggunakan dua tangan yang berada di sisi kanan dan kiri stir atau kemudi mobil. Karena dengan posisi tersebut anda dapat dengan mudah mengontrol gerakan-gerakan yang terjadi secara tiba-tiba apabila mobil anda mengenai lubang, sehingga dengan dua tangan anda dapat menstabilkan dengan mudah. Jika anda pernah melihat pengemudi yang menggunakan cara satu tangan saat menyetir sebaiknya disiplinkan diri anda agar tidak meniru hal tersebut.

Dengan meletakkan kedua tangan anda diposisi yang tepat disamping kanan dan kiri kemudi maka dengan mudah anda juga dapat menraik tuas untuk lampu sein/sign kanan dan kiri, serta melakukan lampu dim atau menghidupkan lampu mobil anda.
Demikianlah cara singkat bagaimana mengemudikan mobil manual dengan mudah dan sederhana. Untuk cara mudah belajar mengemudi mobil matic akan dibahas dalam posting berikutnya.


'Anda BUTUH KURSUS MENGEMUDI dengan Pelatih Yang HANDAL dan PROFESIONAL?

Tuesday, December 23, 2014

Nyetir Aman Saat Hujan

Sumber Gambar: www.chicago.aaa.com

Saat ini sudah mulai musim penghujan. Meski cuaca tidak menentu, namun memasuki bulan dengan akhiran "ber" (Oktober, November, dan Desember) brother and sister mesti bersiap menghadapi angin kencang, petir, hujan lebat disertai es, pohon tumbang dan jangan lupa genangan air, alias banjir..hehehe. Jangan lupa, pada Januari dan Februari (akhiran "ri") biasanya ditandai dengan hujan sehari-hari. Namun Bro & Sis tak perlu kuatir. Berikut tips aman mengendarai mobil di musim penghujan dari TULUS JAYA:

1.    Pastikan Bro & Sis mempersiapkan diri dulu sebelum berkendara. Pertama, pastikan wiper berfungsi dengan baik, termasuk kondisi karetnya. Kalau sudah lama (kering) biasanya tidak mampu menghapus air dengan sempurna. Tak hanya itu, cek juga air wiper yang ada dalam penampungan. Jangan lupa campur dengan shampo khusus ya, bila terpaksa tidak punya, kami memiliki trik untuk mensiasatinya, yakni dengan menggunakan "shampo rambut" yang dihancurkan sedemikian rupa hingga tidak terlihat lagi gumpalannya. Trik ini jangan terlalu sering dipraktekan ya Bro & Sis karena kelemahannya bisa menyumbat jalur keluarnya air wiper. Jadi untuk kondisi darurat saja pemakaiannya. Setelah wiper beres, pastikan kondisi alas kaki kita kering. Sehingga tidak licin ketika harus menginjak pedal kopling, rem maupun gas. Periksa juga tekanan ban mobil kita, termasuk bunga bannya (jangan sampai gundul). Setelah itu pastikan semua lampu berfungsi dengan sempurna. Hal krusial lainnya adalah pastikan rem kita benar-benar berfungsi dengan baik.

2.    Bila persiapan sudah mantab, jalankan mobil dengan kecepatan secukupnya. Jangan ngebut ya Bro & Sis. Jalan kering saja dilarang dan banyak kecelakaan karena ngebut, apalagi jalan yang licin karena hujan. Jangan sampai melanggar rambu lalu-lintas dan marka jalan ya.

3.    Pastikan kita menjaga jarak aman dengan mobil yang ada di depan kita. Setidaknya minimal 10 meter, agar kita memiliki ruang yang cukup untuk melakukan pengereman dan menghindar bila mobil di depan kita melakukan pengeremen mendadak ataupun ada kecelakaan. Mesti diingat, mengendarai mobil ketika hujan dengan jarak pandang terbatas dan jalanan yang licin memerlukan kehati-hatian yang ekstra.

4.    Pastikan anda menghindari genangan. Maksudnya kemudikan mobil anda dijalur tengah, karena biasanya genangan ada pada kontur jalan yang lebih rendah dan biasanya berada di sisi kanan atau kiri jalan (mungkin ini juga tidak berlaku kalau semua jalan tergenang seperti di Jakarta, hehe). Tapi Bro & Sis juga jangan seenaknya berpindah-pindah jalur karena sangat berbahaya.

5.    Bila anda terjebak di jalan yang tergenang, kurangi kecepatan mobil dan lakukan pengereman seperlunya (jangan langsung menekan rem) karena mobil bisa tergelincir. Pastikan anda memegang kemudi dengan baik agar arah mobil tetap dapat dikendalikan.

6.    Nyalakan lampu utama dan lampu hazard bila hujan mulai deras. Ini berguna agar anda mampu melihat jalan lebih jelas dan sebagai penanda kendaraan anda bagi pengendara lain (agar sama-sama bisa jaga jarak).

7.    Bila kondisi hujan semakin memburuk, tak perlu anda paksakan untuk terus melaju. Menepilah di tempat yang aman. Hindari menepi di bawah pohon. Anda bisa mencari POM Bensin, restoran ataupun warung kopi sambil menunggu hujan reda.

8.    Ketika hujan, rem anda akan basah, agar rem dapat berfungsi dengan sempurna, Bro & Sis bisa menerapkan trik untuk menginjak rem secara perlahan sambil menginjak gas. Maksudnya agar terjadi gesekan dan rem anda menjadi kering. Ingat lakukan seperlunya saja.

9.    Demikian tips nyetir asik dikala hujan dari kami, semoga membantu, terimakasih.

Thursday, November 6, 2014

Tips Memilih Sekolah Mengemudi

Dewasa ini, kehadiran Kursus Stir Mobil  bak jamur di musim penghujan. Hampir disetiap perempatan, pertigaan, dan bahkan depan komplek kita ada kursus mengemudi. Berbagai pilihan paket dengan beragam harga pun ditawarkan. Tak hanya itu, kita juga akan dimanjakan dengan berbagai pilihan mobil. Semua tergantung preferensi kita dan tentunya disesuaikan pula dengan isi kantong.



Mengingat banyaknya Kursus Mengemudi dan harganya pun tidak berbeda jauh antar satu dengan lainnya, maka dibutuhkan kecermatan kita dalam memilih. Bila sudah demikian, maka kita akan dihadapkan pada sebuah istilah yang sudah mendunia "JANGAN ASAL MURAH" dan yang perlu dicatat, bukan hanya sekedar bisa mengemudi tapi juga harus mengemudi dengan baik dan benar, Sikap atau attitude kita di jalan itu penting agar kita selamat. Jadi sebaiknya anda lihat track recordnya.

Oleh karenanya, bila rekan-rekan ada yang belum bisa mengemudi atau ada yang ingin belajar mengemudi tapi bingung mau dimana. Maka buat yang tinggal di wilayah YOGYAKARTA, COSMO JOGJA jawabannya.

COSMO JOGJA terus tumbuh dan berkembang karena kepercayaan dari para siswa-siswinya. Bahkan, karena pengalamannya dalam memberikan pengajaran yang terbaik untuk para peserta didiknya,.....

Sunday, October 5, 2014

Cara Merawat Kopling

Beberapa pengendara yang mengeluhkan bahwa ia harus seringkali mengganti pelat kopling yang cepat habis, padahal menurutnya jeda waktu penggantian pelat kopling belum lama. Tentu saja dengan seringnya mengganti pelat kopling berarti harus mengeluarkan uang yang lebih banyak.

Menurut pengalaman, salah satu penyebab paling umum cepat habisnya pelat koling adalah tata cara mengemudi kendaraan yang kurang baik. Untuk lebih jelasnya, berikut ini kami informasikan mengenai kopling dan tata cara mengendarai kendaraan agar kopling dapat bekerja secara optimal dan tentu saja tidak mudah rusak.

MEKANISME KOPLING
A. Komponen Kopling
Sistem kopling terbagi dalam sejumlah komponen yang masing-masing memiliki fungsi saling mendukung bagi optimalisasi tugas ‘perantara’ itu. Satu set kopling terdiri dari pelat/piringan kopling (clutch disc), matahari (cover clutch), roda gila (flywheel), dan leher kopling (release bearing).

B. Prinsip Kerja Kopling
Saat pedal kopling ditekan, hubungan antara mesin dengan sistem penggerak (transmisi) terputus karena roda gila (flywheel) dan pelat/piringan kopling (clutch plate) tidak saling bersinggungan sehingga tenaga yang dihasilkan oleh mesin tidak dapat diteruskan ke komponen penggerak. Lalu, bila pedal kopling dilepas atau tidak diinjak (difungsikan) maka hantaran putaran mesin akan kembali menggerakkan transmisi.

PENGGUNAAN KOPLING YANG BENAR:
  1. Jika menginjak pedal kopling, maka tekanlah pedal kopling sepenuhnya. Tujuannya adalah agar roda gila (flywheel) dan pelat/piringan kopling (clutch plate) dapat terpisah secara sempurna, sehingga dapat memudahkan dalam memindahkan tuas transmisi.
  2. Ketika sedang menginjak pedal kopling secara sempurna, pindahkan tuas transmisi.
  3. Setelah memindahkan tuas transmisi, selanjutnya bebaskan injakan kopling secara perlahan diselaraskan dengan injakan pedal gas agar kendaraan dapat berjalan dengan halus dan tidak membuat kendaraan meloncat.

PENGGUNAAN KOPLING YANG SALAH:

Seringkali kita tak mengetahui sebenarnya terdapat beberapa hal yang menjadikan komponen kopling cenderung mudah mengalami kerusakan. Berikut ini hal-hal yang dapat memudahkan komponen kopling mengalami kerusakan, antara lain:
  1. Meletakkan kaki pada pedal kopling selama kendaraan berjalan. Hal ini dapat mempercepat keausan pada release bearing dan pelat/piringan kopling.
  2. Menahan setengah kopling saat mobil antri di tanjakan. Hal ini dapat mempercepat kerusakan sistem kopling. Mesin pun sering terasa bergetar sehingga membuat fungsi karet penahan mesin (engine mounting) juga dapat terganggu. Sebaiknya gunakan rem tangan untuk menahan kendaraan ketika sedang antri di tanjakan.
  3. Menginjak dan melepas kopling secara kasar. Bila dilakukan dengan cara yang kasar maka sentukan pelat/piringan kopling terhadap roda gila (flywheel) akan terasa lebih keras, hal ini akan mempercepat keausan sistem kopling.

Tips Merawat Kopling
  1. Melakukan pengecekan dan perawatan kopling secara rutin.
  2. Gunakan selalu gigi satu untuk start awal kendaraan, karena jika menggunakan gigi di atasnya, kopling akan dibebani secara berlebihan dan mempercepat keausan.
  3. Netralkan tuas transmisi jika berhenti. Contoh: di lampi merah.

Masalah umum yang terjadi pada kopling
  1. Kopling selip. Akibat dari kopling selip, kendaraan tidak dapat berjalan, kurang  tenaga, dan dapat menyebabkan boros bahan bakar, hal ini disebabkan tenaga mesin tidak tersalurkan ke sistem penggerak (transmisi) karena pelat/piringan kopling sudah aus.
  2. Kopling jeblos. Akibat dari kopling jeblos, tuas transmisi tidak dapat/susah dipindahkan, hal ini disebabkan tidak dapat terpisahnya pelat/piringan kopling dengan mesin karena tenaga yang disalurkan dari pedal tidak mampu diteruskan ke sistem kopling. Kabel kopling yang putus, silinder kopling bocor, dan matahari yang rusak merupakan beberapa hal yang membuat tenaga dari pedal tidak dapat diteruskan ke sistem kopling.
  3. Kopling lengket. Akibat dari kopling lengket, tuas transmisi tidak dapat/susah dipindahkan karena tidak terpisahnya pelat kopling dan mesin akibat pelat/piringan kopling lengket. Penyebab kopling lengket karena air atau lumpur yang masuk ke area sistem kopling.

Perhatian!
Jika pada saat menggunakan kopling, tercium bau terbakar, disarankan segera menghentikan kendaraan dan parkir terlebih dahulu karena indikasi tersebut menunjukkan bahwa terjadi panas tinggi pada kopling, hal ini dapat mengakibatkan kerusakan pada sistem kopling.

Sumber: Toyota Education Media
Klik disini untuk menuju sumber utama

Saturday, October 4, 2014

Cara Mengemudi Mobil Manual

Dewasa ini, mobil dengan transmisi manual memiliki 5 (lima) percepatan ditambah dengan fungsi R (reverse) untuk mundur. Berikut kami akan memberikan teknik mengoperasikan transmisi manual untuk mempermudah dalam memberikan gambaran bagi pembaca sekalian sebelum praktek langsung di jalan.

Sumber: malesbanget.com

Pertama, pastikan persneling atau transmisi dalam kondisi neutral, caranya goyangakan tuas persneling ke kanan dan ke kiri (horizontal), bila tuas bergerak dengan mudah atau tidak kaku, berarti posisi persneling sudah neutral. Cara kedua bisa dilakukan dengan menggerakan tuas ke atas atau ke bawah, bila bisa digerakan ke atas dan ke bawah, berarti tuas sudah berada pada posisi neutral.

Kedua, bila posisi persneling sudah berada pada posisi neutral, nyalakan mesin. Sebagian mobil bisa dinyalakan langsung dengan memutar kunci kontak, sebagian menggunakan tombol starter, sebagian menstarter mesti diiringi dengan menginjak kopling, dan sebagian lagi menstarter mesti dengan menginjak rem (pastikan anda membaca buku pedoman, karena pengoperasian tersebut tergantung jenis kendaraan anda masing-masing).

Ketiga, setelah mobil menyala, injak kopling sampai dasar (biasa disebut dengan injak kopling penuh). Setelah itu, geser tuas hingga ke ujung kiri kemudian gerakan lagi mengarah ke atas. Pada posisi ini anda sudah berada pada posisi gigi 1.

Keempat, geser tuas lurus ke bawah (vertikal). Anda akan melewati posisi neutral kemudian gerakan ke bawah lagi dan anda telah berada di posisi gigi 2.

Kelima, geser tuas vertika ke atas hingga posisi neutral kemudian gerakan ke arah kanan sedikit, lalu arahkan ke atas. Ini adalah posisi gigi 3. Untuk menuju gigi 4, maka tinggal anda gerakan vertikal ke bawah tuas persneling anda. Sama seperti pada posisi gigi gigi 1 menuju gigi 2, maka dari gigi 3 menuju gigi 4, anda juga akan melewati posisi neutral.

Keenam, naikan kembali tuas ke atas (pada psosisi neutral) kemudian gerakan hingga ke ujung kanan lalu naikkan tuas ke atas. Sekarang anda sudah berada pada posisi gigi 5.

Bila anda ingin menggerakan mobil mundur, maka dari posisi gigi berapapun anda bisa langsung memindahkan persneling ke posisi R. Caranya arahkan tuas pada posisi neutral, kemudian gerakan ke arah ujung kanan hingga mentok lalu arahkan ke bawah.


Demikian pengenalan tranmisi manual dari kami. Silahkan mencoba-coba di rumah. Sehingga saat anda memulai kursus mengemudi, sudah tidak canggung lagi. Pastikan ketika anda mencoba, posisi kaki kiri menginjak kopling full dan jangan pernah diangkat. Karena bila kondisi mesin menyala dan persneling anda tidak berada pada posisi neutral dan kopling tidak anda injak penuh, maka mobil akan melaju dan bisa menabrak. Tips ini juga hanya berlaku untuk sebagian besar mobil Jepang, khusus untuk mobil Eropa, seperti Mercedes dan BMW berbeda. Beberapa mobil Korea juga memiliki pengoperasian transmisi manual yang berbeda. Untuk lebih jelasnya silahkan anda melihat buku pedoman. Pastikan anda didampingi oleh orang yang piawai. 


Selamat mencoba dan bagi anda yang tinggal di sekitar YOGYAKARTA MAGELANG KLATEN, kami tunggu anda di kursus stir mobil GOGO JOGJA.

Saturday, September 20, 2014

Mobil Murah di Ajang IIMS 2014

www.tempo.co/ Dian Triyuli Andoko 
Bagi anda yang ingin memiliki mobil baru namun kondisi kantong terbatas, kini tak perlu kuatir. Datang saja ke Indonesia International Motor Show (IIMS) 2014 yang digelar di arena JiExpo, Kemayoran, Jakarta Pusat (18 - 28 September).

Beberapa pabrikan, seperti Nissan, Suzuki, dan Daihatsu menyediakan mobil-mobil Low Cost Green Car (LCGC) yang dibanderol di bawah Rp.100 juta. Seperti Datsun Go dan Panca yang menghentak pasar otomotif Indonesia dengan mobil murahnya. Datsun yang dibangkitkan kembali oleh Nissan menawarkan harga mulai dari Rp.82,25 juta sampai Rp.99,9 juta.

Selanjutnya, Karimun Wagon dengan varian GA dan GL berturut-turut ditawarkan dengan harga Rp.83,2 juta dan Rp.96,5 juta. Sedangkan Daihatsu, masih dengan Ayla-nya, yakni tipe D M/T (Rp 77,750 juta), D M/T Plus (Rp 87,15 juta), M M/T (Rp 92,2 juta), dan X M/T (Rp 99,2 juta).

Kesempatan ini tentu tidak datang dua kali, pasalnya beberapa pabrikan sudah mengajukan untuk menaikan harga LCGC-nya akibat biaya produksi yang terus membengkak. Seperti Astra Daihatsu Motor yang telah mengantongi izin kenaikan harga Ayla berkisar Rp 5-7 juta dan akan berlaku pada 1 Oktober 2014.  

Meskipun banyak pabrikan menawarkan harga mobil murah, ada baiknya pembeli teliti dan bijak sebelum membeli. Pastikan mobil yang akan kita beli memiliki pelayanan purna jual yang bagus. Jangan lupa perhatikan kelebihan dan kekurangan merk mobil yang akan kita beli. Sehingga jangan ragu untuk bertanya dan mencari info dari berbagai sumber.

Jadi apakah anda sudah siap untuk memiliki mobil baru dengan harga yang terjangkau?

Tuesday, September 9, 2014

Cara Menggunakan Transmisi Matic

Kehadiran mobil dengan transmisi automatic menjadi berkah bagi mereka yang tinggal di kota-kota besar dengan tingkat kemacetan yang tinggi, seperti Jakarta, Bandung, dan Surabaya. Tak hanya terbatas pada jalanan yang macet, mobil matic juga hadir untuk memanjakan kaki dan pikiran para pengemudinya dari beberapa konsep dalam mengendarai mobil manual, seperti: menginjak kopling, setengah kopling, menyelaraskan kopling dengan gas, dan sebagainya.

Transmisi 4AT pada Toyota Rush

Oleh karena itulah,  mobil dengan transmisi matic tak hanya digandrungi kaum Hawa tapi juga kaum Adam. Semboyan “Gentlemen Use 3 Pedal” tak berlaku bagi warga yang tinggal di wilayah macet. Bahkan, mobil matic sudah menjadi trend dikalangan anak muda.

Berikut ini, merupakan informasi dasar bagi para pembaca untuk dapat mengenali dan memahami transmisi matic. Sehingga bagi mereka yang sudah mengenal transmisi manual bisa cepat beradaptasi dan bagi pemula yang baru ingin belajar mengemudi mobil matic, tulisan ini bisa dijadikan panduan. Dari beberapa tipe transmisi automatic, tulisan ini hanya akan mengulas tipe Automatic Transmision (AT) dengan 4 percepatan (4AT) atau model konvensional.

1.    Pertama kita harus memahami dulu moda pengoperasian transmisi standar 4AT, seperti: P, R, N, D, D-3/ 3 (OD), 2, L.

2.    Park (P)
Posisi ini merupakan posisi wajib yang harus dipakai ketika mobil dalam keadaan parkir. Pada posisi ini, mobil tidak akan bisa digerakkan ke depan maupun ke belakang. Pada posisi ini pula kunci mobil baru bisa dicabut. Pastikan mobil benar-benar berhenti sebelum memindah tuas ke posisi (P) untuk menghindari kerusakan.

3.    Reverse (R)
Posisi ini sama dengan mobil manual, yakni dipakai bila kita ingin menggerakan mobil mundur. Injak pedal rem dan pindahkan tuas ke posisi (R) dan lepaskan rem secara perlahan, maka mobil secara otomatis akan bergerak mundur. Pastikan juga mobil benar-benar berhenti sebelum memindah tuas ke posisi (R) untuk menghindari kerusakan.

4.    Neutral (N)
Bila tuas berada pada posisi (N), maka mobil tidak akan bergerak. Hal ini sama dengan posisi (N) di mobil manual. Posisi ini digunakan bila mobil berhenti sejenak, seperti di lampu merah, ataupun macet dalam waktu yang agak lama. Memindahkan tuas ke posisi (N) bisa menghemat kampas rem dan kampas kopling. Posisi ini juga bisa dipakai saat parkir pararel agar mobil bisa didorong maju dan mundur. Pastikan mobil benar-benar berhenti sebelum memindah tuas ke posisi (N) untuk menghindari kerusakan.

5.    Drive (D)
Posisi D dipakai untuk menjalankan mobil ke depan dengan kondisi jalan datar. Kecepatan bisa didapat dengan mengatur tekanan kaki kita pada pedal gas. Akan terasa perpindahan gigi secara otomatis. Cepat lambatnya laju kendaraan tergantung pengaturan gas kita. Pada posisi ini kita bisa memacu kecepatan mobil sampai titik maksimal. Mesti diingat bahwa setelah memindah tuas pada posisi (D) jangan langsung tancap gas, tapi biarkan mobil melaju perlahan dengan sendirinya. Setelah itu baru tambahkan gas dengan perlahan. Agar transmisi kita bisa berumur panjang.

6.    D-3 atau 3 atau Over Drive (OD)
Posisi ini dipakai untuk membatasi kecepatan mobil, maksimal pada tingkat 3 (gear 3rd). Sehingga meskipun gas ditekan penuh tidak akan melebihi percepatan di gear 3rd. Posisi ini cocok untuk kontur jalan yang banyak tanjakan dan turunan dan tidak terlalu tinggi, seperti kontur jalan di tol Cipularang (Jakarta-Bandung). Bila tuas di posisi D-3 juga bisa dipakai untuk menyalip (overtaking), namun setelah itu mesti dikembalikan ke posisi semula.

7.    D-2 atau 2
Tuas diposisi D-2 atau 2 dipakai untuk menghadapi jalanan yang menanjak, tapi tidak terlalu curam. D-2 ini sama dengan fungsi “gigi 2” di mobil manual. Posisi ini membuat mobil memiliki tenaga lebih besar untuk menghadapi tanjakan. Posisi ini juga dipakai untuk menghadapi jalanan yang menurun dan panjang, karena berfungsi sebagai engine brake.

8.    Low (L)
Sama seperti D-2, posisi (L) juga dipakai untuk menghadapi jalanan yang menanjak, tapi terjal. Jadi bila kita menemui tanjakan yang terjal tuas harus digeser ke posisi (L). Posisi ini sama dengan “gigi 1” dimobil manual. Bagi para pengendara mobil manual pasti lebih mudah membayangkannya. Posisi (L) juga dipakai untuk menghadapi turunan yang sangat curam, karena berfungsi juga sebagai engine break.

9.    Tombol Shift Lock
Tombol ini fungsinya adalah untuk memindahkan tuas ke posisi (N) sewaktu kunci dicabut. Hal ini dilakukan agar mobil dapat didorong maju dan mundur. Karena itulah Shift lock dipakai ketika kita sedang memarkirkan mobil secara pararel. Geser tuas keposisi (P), kemudian matikan mesin dan cabut kontak (kontak hanya bisa dicabut ketika tuas ada diposisi (P). Namun, pada posisi tersebut mobil tidak bisa digerakkan maju dan mundur. Sedangkan bila tuas diposisikan ke (N) maka kunci tidak bisa dicabut. Di sinilah tombol shift lock ambil bagian. Caranya, tekan tombol shift lock dan tahan, kemudian geser tuas dari posisi (P) menuju (N), jika sudah, silahkan lepas tombol shift lock anda. Pastikan rem tangan (hand brake) tidak aktif. Sekarang mobil anda sudah bisa didorong maju dan mundur (Cara ini berbeda untuk tiap mobil, jadida juga yang menggunkan kunci dan tombol pada tuas. Jadi anda juga bisa melihat buku panduannya).

Demikianlah, gambaran singkat mengenai penggunaan transmisi automatic. Untuk lebih jelasnya, kita bisa belajar dari buku panduan. Karena, sebagaimana sudah dijelaskan di atas, simbol atau moda transmisi matic ini berbeda-beda pada setiap mobil. Meskipun begitu prinsip penggunaannya adalah sama. Selamat Berkendara dan jangan Lupa Patuhilah Rambu-Rambu Lalu-Lintas.